Posts

[Ulasan] Halte Alam Baka: Premis Menarik yang Terlalu Banyak Simpul

Image
Novel Halte Alam Baka karya Kai Elian mengisahkan Julian, seorang wartawan muda yang menerima berbagai surat dan laporan tentang sebuah halte merah misterius. Konon, siapa pun yang singgah di halte itu berkesempatan bertemu kembali dengan orang-orang yang telah meninggal. Berangkat dari rasa penasaran, Julian mulai menyelidiki keberadaan halte tersebut. Penyelidikan itu kemudian membawanya pada rangkaian kisah yang saling terhubung, mulai dari keluarga politikus, hubungan orang tua dan anak yang terpisah, hingga rahasia-rahasia masa lalu yang terus menghantui para tokohnya.  Novel yang cukup tebal ini bergerak antara dua rentang waktu: masa kini dan era 1990-an. Pergantian sudut pandang sebenarnya bukan masalah besar, apalagi seluruh cerita memang saling berkaitan. Namun, saya merasa alur yang meloncat-loncat justru membuat pembacaan menjadi lebih rumit daripada yang seharusnya. Jika seluruh peristiwa masa lalu disampaikan secara lebih runut, saya kira cerita akan jauh lebih mudah...

[Ulasan] Tokoh Manusiawi yang Hidup di “Dunia Dalam Kurung” karya Erni Febriyani

Image
  Ulasan ini disampaikan dalam acara bedah buku "Dunia Dalam Kurung" Buku Dunia Dalam Kurung karya Erni Febriyani membuka dirinya dengan sebuah pertanyaan: S iapa saja orang-orang yang selama ini hidup di dalam tanda kurung kehidupan? Mereka ada, tetapi sering terabaikan. Mereka hadir, tetapi suaranya kalah oleh hiruk-pikuk dunia. Gagasan itu sebenarnya sudah ditegaskan sejak halaman prakata, ketika Erni menyebut bahwa di dalam kurunglah berbagai luka, rahasia, dan suara-suara kecil bersembunyi. Tema tersebut kemudian menjadi benang merah yang menghubungkan seluruh cerpen dalam buku ini. Cerpen pembuka, Nada-Nada yang Tak Diminta , menjadi pintu masuk yang tepat untuk memahami cara Erni memandang dunia. Kisah dua sahabat yang menghabiskan malam di alun-alun berubah menjadi ruang refleksi tentang para pengamen, pedagang kaki lima, tukang parkir, dan orang-orang yang bekerja di pinggir kehidupan kota. Cerita ini tidak berusaha meledak-ledak. Tidak ada konflik besar ataupun p...

[Catatan] Perjumpaan Awal dengan Gol A Gong dan Hal-Hal Terkait Kepenulisan

Image
Berfoto di Museum Literasi Gol A Gong Suatu siang di sudut kampus, sebuah bazar buku sedang ramai didatangi mahasiswa. Di antara lalu-lalang orang dan tumpukan buku yang berjejer di atas meja panjang, seorang mahasiswa kurus beralmamater kuning berhenti di salah satu stan. Matanya menyapu harga-harga buku yang tampak tidak bersahabat dengan sisa uang jajannya hari itu. Namun ada satu hal yang lebih besar daripada isi dompetnya: gengsi. Rasanya terlalu malu jika pulang tanpa membawa satu buku pun. Ia mulai mencari buku paling murah. Tangannya lalu berhenti pada sebuah buku bersampul kuning dengan judul nyentrik: "Ledakkan Idemu Agar Kepalamu Nggak Meledak" karya Gol A Gong (yang tahun ini akan dicetak ulang dengan sampul baru). Nama yang, saat itu, masih sangat asing baginya. Ia membeli buku itu bukan karena mengenal penulisnya, melainkan semata karena harganya yang paling masuk akal untuk ukuran kantong mahasiswa. Tapi jalan takdir tidak ada yang tahu ke mana ia akan berkelok...

[Catatan] Menjawab Pertanyaan tentang Film Yuni dan Proses Novelisasinya

Image
Kamila Andini (kiri) dan Ade Ubaidil (kanan). Dokumentasi oleh Gramedia Pustaka Utama *) Catatan untuk mahasiswa, peneliti, dan pewawancara Belakangan ini saya, Ade Ubaidil, cukup kewalahan karena sering mendapatkan pertanyaan terkait film dan novel Yuni untuk kebutuhan skripsi, tesis, jurnalistik sekolah, hingga diskusi publik. Karena banyak pertanyaan yang sebenarnya mirip atau berulang, saya mencoba merapikan beberapa jawaban di sini agar bisa menjadi rujukan awal untuk teman-teman yang ingin melakukan wawancara. Saya juga merasa perlu meluruskan satu hal penting sejak awal karena sering terjadi kesalahpahaman. Film Yuni  (2021) lahir terlebih dahulu dalam bentuk skenario yang ditulis oleh Kamila Andini dan Prima Rusdi, lalu divisualisasikan menjadi film. Setelah proses syuting berjalan, saya baru terlibat dalam pengalihwahanaan dari skenario film menjadi novel. Jadi posisi saya di karya ini adalah sebagai penulis novelisasi atau adaptasi novel Yuni , bukan penulis cerita awal ...

[Self-Depression] Semua Tentang Waktu

Image
Foto diambil saat akan pulang setelah 6 bulan ngekos di BSD, Tangerang. Dulu waktu kecil saya ingin sekali cepat-cepat dewasa. Rasanya menyenangkan membayangkan hidup tanpa larangan. Bisa pergi sendiri, bisa membeli apa yang saya mau, bisa menentukan hidup sendiri tanpa harus meminta izin kepada siapa pun. Waktu itu saya pikir menjadi dewasa adalah bentuk paling utuh dari kebebasan. Saya tidak tahu bahwa setelah dewasa justru manusia menjadi semakin terikat pada banyak hal yang tidak pernah ia pilih sendiri. Ternyata untuk melakukan apa pun perlu uang. Dan untuk mendapatkan uang orang harus bekerja. Untuk bisa bekerja orang harus berebut tempat dengan banyak manusia lain yang sama-sama ingin hidup. Saya baru sadar setelah dewasa, sebagian besar hidup manusia ternyata hanya tentang bertahan. Tentang bangun pagi, memaksa tubuh tetap berjalan meski lelah, lalu menukar waktu dengan sesuatu yang disebut penghasilan agar hidup bisa terus bergerak. Kadang saya berpikir, siapa sebenarnya orang...

[Catatan] Tanggapan Hilmi Faiq, Redaktur Sastra Kompas atas Kumcer "Perangkap Pikiran Beni Kahar" Karya Ade Ubaidil

Image
   Buku karya Ade Ubaidil ini berisi banyak cerpen menarik. Salah satunya tentu saja Perangkap Pikiran Beni Kahar  yang kemudian dia jadikan judul buku kumpulan cerpen ini. Tapi tulisan saya ini akan mengupas tiga cerpen lain yakni, Perempuan Tua di Jembatan Sungai Ōta , Pertanda , dan Tidak Ada Gereja di Kota Ini. Ketiga cerpen tersebut menawarkan ragam pengalaman membaca yang kuat secara emosional, relevan secara tematik, dan solid dari segi struktur. Masing-masing memiliki ciri khas tersendiri, namun tetap memegang prinsip-prinsip dasar penulisan cerpen yang baik di era sekarang: cerita yang kuat, karakter yang hidup, dan keberanian mengangkat isu yang dekat dengan kehidupan kontemporer. Cerpen Perempuan Tua di Jembatan Sungai Ōta  mengisahkan tentang Tatsuo dan adiknya, Misae, dalam latar waktu menjelang peristiwa bom Hiroshima. Awalnya, cerpen ini seperti dongeng realistis tentang kasih sayang kakak-adik dan hubungan manusia dengan binatang (seekor panda bern...

[Ulasan Film] Swapped: Melihat Dunia dari Tubuh yang Berbeda

Image
Skor: 8,5/10. Swapped adalah film animasi komedi-petualangan Amerika tahun 2026 yang disutradarai oleh Nathan Greno dan diproduksi oleh Skydance Animation untuk Netflix. Film ini menampilkan jajaran pengisi suara seperti Michael B. Jordan, Juno Temple, Tracy Morgan, Cedric the Entertainer, dan Justina Machado. Film ini dirilis pada 1 Mei 2026 di Netflix serta beberapa bioskop terpilih. Film ini berkisah tentang Ollie, seekor tikus hutan kecil (Pookoo) yang penuh rasa ingin tahu sejak kecil. Rasa penasarannya sering membawanya pada situasi yang tidak terduga—termasuk saat ia mencoba berbuat baik kepada Ivy, seekor burung dengan bulu menyerupai dedaunan (Javan). Namun, niat baik itu justru dianggap sebagai kesalahan oleh keluarganya, dan menjadi awal dari petualangan yang jauh lebih besar. Sebuah peristiwa ajaib membuat Ollie dan Ivy bertukar tubuh. Dari sinilah cerita berkembang menjadi petualangan liar yang memaksa keduanya memahami sudut pandang satu sama lain—secara harfiah. Konsep “...